Article Detail

Bermain Sambil Belajar Matematika

Bermain Sambil Belajar Matematika
(Saat sebelum Pandemi)


Setiap memasuki tahun ajaran baru pembelajaran, dalam bidang pendidikan biasanya akan kedatangan siswa baru setiap tahunnya. Penerimaan siswa baru di sekolah, selalu diawali dengan menyambut kedatangan peserta didik yang menjadi keluarga baru bagi setiap sekolahan. Hal itu dinamakan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

Dalam hal ini SMA Tarakanita Gading Serpong menjalani kegiatan MPLS tersebut setiap tahunnya. Kemudian, setelah peserta didik SMA Tarakanita Gading Serpong melakukan perkenalan dengan sekolah barunya, maka mereka sudah boleh mulai untuk mengikuti sistematika pembelajarannya. Ketika di SMA, pelajaran yang diberikan lebih bervariasi dan lebih dikelompokkan sesuai dengan minatnya, seperti ketika peminatan MIPA maka ada pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika Wajib, Matematika Peminatan dan lainlain, ketika peminatan IPS maka ada pelajaran Geografi, Sosiologi, Ekonomi, Sejarah, Matematika Wajib dan lain-lain.

Salah satu pelajaran yang paling ditunggu-tunggu oleh semua siswa salah satunya adalah Matematika. Mengapa? Karena mata pelajaran tersebut menyuguhkan materi dengan cara menarik, dimana siswa diajak untuk bermain sambil belajar, salah satu trik ini dilakukan sebelum pandemi. Dalam hal tersebut, pembelajaran matematika didampingi oleh seorang guru perempuan, yaitu Ibu Agnes Dwi Purnama Sary. Guru perempuan yang akrab dipanggil bu Agnes oleh siswa ini, menjadikan mata pelajaran matematika lebih menyenangkan. Walaupun awalnya bu Agnes ini ragu untuk menjalaninya, namun siapa yang tahu jika tidak dicoba? 

Memasuki pertengahan semester 1, kelas XI MIPA, bu Agnes merasa bahwa pembelajaran matematika jika dikelas saja maka akan membosankan. Berangkat dari pemikiran tersebut, bu Agnes mencari solusi. Salah satu solusi yang dilakukan bu Agnes adalah dengan mengajak siswa untuk membuat sebuah permainan dari subbab materi yang diberikan. Semua siswa merasa sangat amat tertantang untuk melakukan hal itu. Merancang sebuah permainan tersebut dilakukan secara berkelompok. 

Setelah diberi waktu 1 minggu untuk merencanakan permainan tersebut, sampailah dihari yang sudah ditentukan untuk mengimplementasikan kepada teman 1 kelasnya. Salah satu permainan yang sangat menarik adalah permainan ular tangga manual. Semua perlengkapan dan properti untuk mengikuti permainan ular tangga sudah disiapkan oleh kelompok yang membuat. Saat itu, kami bermain di hall sekolah SMA Tarakanita Gading Serpong, karena tempatnya yang cukup luas untuk bermain (kegiatan ini dilaksanakan saat sebelum pandemi)

Dalam permainan yang diberikan, siswa terlebih dahulu dibekali konsep materi dan penyelesain, supaya dapat menyelesaikan soal dalam permainan yang diberikan. Pada saat mereka bermain ular tangga, ternyata siswa lebih mudah dan tertarik untuk menyelesaikan soal yang didapat. Masih banyak lagi permainan-permainan seru yang dirancang oleh siswa agar pembelajaran matematika menyenangkan bagi diri sendiri dan teman-teman mereka. 

Hasil perolehan nilai siswa untuk materi yang diberikan dengan cara bermain sambil belajar ini, mengalami peningkatan dari materi yang sebelumnya. Oleh karena itu, bu Agnes masih selalu berusaha untuk mengajak siswa lebih asyik lagi belajar matematika bersama. Belajar yang menyenangkan dapat meningkatkan imun dan minat siswa dalam memahami matematika yang dikenal rumit. Sebagai generasi muda, membuat solusi untuk hal yang rumit agar menjadi hal yang menyenangkan, termasuk dalam langkah awal untuk terbiasa siswa tersebut mengambil keputusan yang baik.

Semoga pendemi ini segera berakhir dan kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan normal kembali.


Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment