Article Detail

HARI STUDI GURU SMA TARAKANITA GADING SERPONG

HARI STUDI GURU SMA TARAKANITA GADING SERPONG

Pada hari Sabtu, 19 Maret 2022 SMA Tarakanita Gading Serpong kembali mengadakan hari studi bagi bapak-ibu tenaga pendidik. Dalam kesempatan ini ada 2 narasumber yang membagikan ilmunya kepada seluruh bapak-ibu guru, yaitu ibu Agustina Suryati Puji Lestari, S.Pd., dan ibu Yuliana Retno Dewi K., S.Pd.. Hari studi guru dimulai pukul 08.00 WIB dengan pengantar dari Bp. YB. Wardjono, S.Pd. sebagai kepala sekolah yang dilanjutkan dengan doa pembukaan oleh ibu Cicilia Novia Andriani, S.Pd.


Tampil sebagai narasumber pertama, ibu Agustin membawakan tema” Falsafah Asthagina, makna simbolisasi dan konteks dalam kehidupan”. Sementara narawumber kedua, ibu Retno membawakan tema “Menjadi Pribadi Profesional”.


Dalam pemaparannya, ibu Agustin menyampaikan bahwa wayang adalah salah satu kesenian yang sudah dikenalkan orangtuanya sejak kecil sehingga bisa dikatakan bahwa wayang sudah menjadi bagian dari filsafat kehidupannya. Dalam studi guru saat ini ibu Agustin mencoba memaknai kembali tulisan Wawan Susetya yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo, Kompas Gramedia dengan judul ” Falsafah Asthagina, makna simbolisasi dan konteks dalam kehidupan”.

Ibu Agustin mengingatkan kita kembali dengan memutarkan video drama lama tentang bagaimana 3 anak Resi Gotama dan Dewi Indradi yaitu Dewi Anjani, Sugriwa/Guwarso, dan Subali/Guwarsi yang dengan ego dan ketamakannya memperebutkan cupu manik asthagina sehingga akhirnya berubah menjadi kera. Bagaimana ketiga putra resi tersebut mencoba untuk kembali bertobat atas ketamakan hati dan hawa nafsunya dengan melakukan tapa/pangruwating panandang.

Cupu Manik Asthagina merupakan kenangan Bethara Surya kepada Dewi Indradi, yang kemudian memberikannya kepada Dewi Anjani yang masih belum memiliki pemahaman dan pengetahuan yang memadai, menyiapkan diri secara kejiwaan, dan mengamalkan dengan hati tulus dan suci, serta jauh dari riya, dan ajeg.

Kita sebagai guru sudah mempersiapkan diri dengan pemahaman dan pengetahuan yang memadai, dengan belajar dan memiliki ijazah S1 minimal, tapi bagaimana kita menyiapkan diri kita secara kejiwaan. Dan apakah ilmu yang kita miliki sudah kita amalkan dengan tulus.

Makna kontekstual Cupu Manik Asthagina dalam diri manusia berupa delapan piranti yang meliputi panca indra dan tri anasir (pikiran, seksual, rasa hati). Bagaimana menempatkan secara proporsional kedelapan anasir atau alat dalam diri manusia tersebut untuk kebajikan dalam hidup dan kehidupan.

 

Pada sesi kedua, ibu Retno memaparkan kembali hasil tulisan Bp. E.Widijo Hari Murdoko, S.Psi., Psikolog. yang berjudul “Profesionalitas, Inspirasi Membangun Pribadi Profesional Unggul dan Berkualitas”. Ibu Retno mengawali dengan pertanyaan reflektif, apakah seseorang yang menjalani profesi itu selalu melaksanakan secara profesional. Profesionalisme berkaitan dengan kompetensi dan kesungguhan. Profesional tidak terbatas dimiki olah orang yang bekerja atau berkarya saja, namun profesional adalah mereka yang menjalankan peran dalam kehidupannya dapat menjadikan dirinya pribadi profesional.

Profesional menjadikan pribadi yang unggul karena mencerminkan bagaimana seseorang mempunyai kecintaan terhadap profesinya, keungguhan dan totalitas yang kuat dalam menjalani profesinya. Dengan menjadi profesional, kita akan menjadi pusat cinta, menjadi proaktif, memperkuat pencapaian visi pribadi, dan mampu memanajemen diri secara efektif.  Segala sesuatu harus dimulai dari tujuan akhir yang akan kita raih. Kita juga harus memiliki mentalitas terhadap perubahan namun tetap selektif dan kritis.

Setiap bidang kehidupan memerlukan pribadi dengan jiwa profesional, karena menjadi profesional merupakan hak setiap orang dan memerlukan komitmen kuat karena akan banyak tantangan yang dihadapi, maka perlu adanya totalitas diri yang tinggi agar profesionalitas menyatu dalam diri kita, sehingga kita mampu menjalani peran yang tidak sekedar memenuhi kebutuhan fisik tetapi juga kepuasan batin dalam menjalani peran.

Guru adalah profesi yang harus dijalankan secara profesional. Peran, tantangan yang ada harus dilaksanakan dengan kesungguhan, cinta profesi.

Hari Studi Guru ditutup pada pukul 11.00 WIB oleh Bp. Wardjono.

 

Penulis: Y. Agus Riyanto, S.Pd.

 

 

 

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment