Article Detail

Merancang Si Masa Depan

Masa remaja adalah masa dimana seseorang mencari jati diri. Usia remaja biasanya dilalui dengan dinamika di Sekolah Menengah Atas (SMA). Ketika seorang siswa lulus dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) mereka masih membawa kebiasaan-kebiasaan lama namun akhirnya belajar memaknai masa remaja itu sendiri. Masa remaja dilalui dengan dinamika positif dan negatif. Dinamika positif meliputi pertemanan yang beragam, analisis yang semakin mantap, keberanian memberikan pendapat, dan beragam hal lainnya. Sedangkan, dinamika negatif yang dilalui seorang siswa adalah konflik dalam pertemanan, citra diri yang negatif, termasuk sulit menentukan pilihan program studi dan Perguruan Tinggi. Siswa siswi SMA Tarakanita Gading Serpong memiliki ciri khas keterbukaan kepada guru terkhusus dalam hal ini kepada Guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Siswa dan siswi biasanya menghubungi Guru BK untuk membuat janji konsultasi. Hari, tanggal dan link pertemuan dibicarakan dalam proses komunikasi melalui percakapan whatsapp, line atau direct message Instagram. Konsultasi online melalui aplikasi google meet atau zoom dilaksanakan paling cepat 45 menit dan dapat berlangsung sampai dengan 90 menit. Konsultasi yang dilakukan biasanya mengenai studi lanjut ke Perguruan Tinggi dan menentukan program studi. Pada konsultasi ini biasanya siswa siswi akan membuat keyakinan bahwa program studi yang mereka pilih merupakan program studi pilihan terbaik sesuai dengan minat serta kemampuan mereka. Pilihan program studi juga dianalisis dari kepribadian siswa siswi. Seperti contoh Tipe Kepribadian Sanguinis atau yang dikenal dengan Si Periang biasanya cocok pada program studi yang sifatnya berhubungan dengan sosial, mempengaruhi orang lain, komunikasi aktif, penampilan di depan umum. Siswa siswi dengan Tipe Kepribadian Sanguinis diarahkan pada pilihan program studi seperti Ilmu Komunikasi, Psikologi, Hubungan Internasional dan program-program studi terkait. 

Hal yang biasanya dikonsultasikan juga mengenai pilihan Perguruan Tinggi, baik swasta, negeri maupun studi ke Luar Negeri. Hal ini dipertimbangkan dari berbagai faktor, yang biasanya disampaikan siswa siswi adalah pertimbangan lokasi kampus dengan rumah, biaya kuliah, lingkungan kampus, saran orang tua, bahkan keberadaan kakak kelas (alumni) yang juga sangat berpengaruh terhadap eksistensi mereka. Siswa siswi yang ingin mencoba ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) kebanyakan memiliki cadangan Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Hal ini dilakukan jika nantinya tidak diterima di PTN, maka siswa akan meneruskan kuliah ke PTS. Adapula siswa dan siswi yang sama sekali tidak memilih untuk mempunyai cadangan di PTS, tidak minat ke PTN sehingga langsung mendaftar ke PTS. Semua pertimbangan-pertimbangan tersebut dibahas dalam konsultasi online.

Konsultasi merupakan salah satu bentuk layanan pada Bimbingan dan Konseling. Konsultasi boleh dilakukan untuk siswa kelas X, XI dan XII. Konsultasi biasanya banyak dilakukan antara Guru BK dengan kelas XII yang sudah harus fokus menentukan pilihan program studi dan Perguruan Tinggi untuk proses studi lanjut. Tidak sedikit pula kelas XI yang menginginkan layanan konsultasi ini untuk merencankanan studi lanjut agar semakin matang dan mantap karena waktu perencanaan yang masih panjang. Konsultasi ini asik, menarik dan bahkan perlu dilakukan karena berisi cerita mengenai pengalaman Guru BK dalam mendampingi kakak kelas (alumni) sebelumnya karena guru terbaik adalah pengalaman itu sendiri. Yuk konsultasi dengan guru BK mu


Penulis: Krisna Hartanti





Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment