Article Detail
Citra Rasa Indonesia: Mengenal Jajanan Tradisional Bersama Siswa Junshin Gakuin School Jepang
Gading
Serpong, 24 Juli 2025 — Dalam rangkaian kegiatan Homestay hari pertama,
para siswa dari Junshin Gakuin School, Jepang, mengikuti sesi pembelajaran
budaya yang bertajuk "Citra Rasa Indonesia: Jelajah Jajanan Tradisional
Indonesia". Sesi ini menjadi ajang pengenalan kekayaan kuliner
nusantara melalui pengalaman langsung membuat jajanan tradisional khas
Indonesia.
Kegiatan ini
dipandu oleh Ibu Monica Leli Wibowo, S.Pd. (Ibu Leli), bersama Ibu Marcelina
Tri Indarwati, S.Pd. (Ibu Iin), dan didampingi oleh wali kelas Miss M.C. Hayu
Setyaningsih, S.Pd. (Miss Hayu). Sebagai pembuka, peserta diajak bermain
mencocokkan gambar dengan nama jajanan khas Indonesia, yang menjadi pemantik
semangat untuk mengenal lebih jauh tentang kekayaan kuliner nusantara.
Jajanan yang
dipraktikkan secara langsung pada sesi ini adalah getuk, makanan
tradisional yang berasal dari Magelang, Jawa Tengah. Getuk dibuat dari ubi
kukus yang digiling halus dan dibentuk bulat, kemudian dibalut dengan parutan
kelapa. Proses pembuatannya dilakukan bersama oleh seluruh siswa, termasuk
siswa dari Jepang, yang antusias mencoba dan mencicipi hasil buatan mereka
sendiri.
Setelah sesi
praktik, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok
ditugaskan untuk mencari informasi mengenai langkah-langkah pembuatan berbagai
jajanan tradisional lainnya, seperti keripik tempe, pisang goreng, bolu kukus,
arem-arem, lapis, nagasari, dan dadar gulung. Hasil pencarian tersebut kemudian
dipresentasikan oleh tiap kelompok. Menariknya, siswa dari Junshin Gakuin
juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan langkah-langkah pembuatan jajanan
pilihan mereka dalam satu kalimat berbahasa Indonesia, sebuah langkah kecil
namun bermakna dalam mengenalkan bahasa sebagai bagian dari identitas bangsa.
Melalui sesi ini, para siswa tidak
hanya mengenal lebih dekat kuliner Indonesia, tetapi juga menjalin keakraban
dalam semangat lintas budaya. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa
cinta terhadap warisan kuliner Indonesia sekaligus semangat untuk terus
melestarikan dan memperkenalkannya ke dunia internasional.
Salam Tarakanita,
Satu Hati, Satu Semangat,
Tarakanita, Yes!
(Penulis: Agatha Kelly Wijaya)
-
there are no comments yet