Article Detail

Pemahaman dan Resolusi Konflik Sosial

SMA Taraknita Gading Serpong mengadakan kegiatan Hari Studi Guru atau yang biasa disebut HSG. Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Januari 2024 ini adalah kegiatan rutin yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Kegiatan ini dilaksanakan di ruang kelas X.3 SMA Tarakanita Gading Serpong dengan dihadiri Bapak Kepala Sekolah dan 30 Guru SMA Tarakanita Gading Serpong. 

Pada HSG kali ini salah satunya membahas mengenai resolusi konflik sosial dengan pemateri Ibu Stefani Adriana Wijiastuti, S.Pd. Seperti yang kita ketahui bersama Resolusi konflik adalah suatu cara individu atau kelompok untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi dengan individu lain atau kelompok lain secara sukarela. 

Materi ini sangat menarik dimana konflik pasti kita temui dikehidupan kita terlepas di zaman now yang sudah modern ini, justru semakin banyak konflik yang terjadi di sekitar kita. Resolusi konflik juga menyarankan penggunaan cara-cara yang lebih demokratis dan kontruktif untuk menyelesaikan konflik dengan memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berkonflik untuk memecahkan masalah mereka oleh diri mereka sendiri atau dengan melibatkan pihak ketiga yang bijak, netral, dan adil untuk membantu pihak-pihak yang berkonflik guna menyelesaikan masalahnya.

Ibu Fani juga menerangkan ketika kita mengalami konflik upaya untuk menyelesaikan konflik yakni bisa melalui Mediasi, Konsiliasi, Negosiasi Arbitrasi, Stalemate, Konversi, dan Ajudikasi. Setelah itu Ibu Fani memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan aktivitas “sosiodrama menyelesaikan konflik” dengan membagi peserta menjadi 5 kelompok dan masing-masing kelompok memiliki konflik yang berbeda. 

Dari materi resolusi konflik sosial dapat disimpulkan bahwa secara umum manusia memiliki satu hal yakni mereka semua berbeda. Maka konflik pasti selalu ada tetapi yang terpenting adalah bagaimana cara kita menanggapi permasalahan. (TI)


Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment