Article Detail
Sosialisasi Budaya dan Komunikasi: Langkah Awal Membangun Karakter Peserta MPLS 2025
Pada hari pertama kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan
Sekolah (MPLS) Tahun 2025, SMA Tarakanita Gading Serpong menyelenggarakan
Sosialisasi Budaya dan Komunikasi. Kegiatan ini dipaparkan oleh Ibu Yuliana
Retno Dewi Kusumawati, S.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana
Prasarana dan Hubungan Masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk membekali
peserta didik baru dengan nilai-nilai karakter khas Tarakanita yang diharapkan
menjadi bagian dari keseharian mereka selama menempuh pendidikan di sekolah ini.
Dalam pemaparannya, Ibu Yuliana Retno Dewi Kusumawati, S. Pd., menjelaskan
bahwa budaya adalah cara atau kebiasaan yang sudah menjadi bagian dari
kehidupan sehari-hari. Di lingkungan SMA Tarakanita Gading Serpong, budaya
kasih menjadi pondasi utama dalam membentuk karakter peserta didik. Budaya ini
diwujudkan melalui praktik-praktik seperti 4S (Senyum, Sapa, Salam, dan
Santun), TTM (Tolong, Terima Kasih, dan Maaf), sikap ugahari, dan kebiasaan
makan hingga habis, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Sebagai
bagian dari kegiatan, para peserta didik baru diajak menonton sebuah video
pendek yang menggambarkan kisah seorang laki-laki yang pada awalnya bersikap
dingin dan tidak peduli terhadap
sekitarnya. Namun, situasi berubah saat seorang nenek menggandeng tangannya dan
meminta bantuan untuk menyeberang jalan. Dari situ, terjadi perubahan sikap:
laki-laki tersebut mulai menyadari pentingnya kepedulian, menjadi lebih terbuka
terhadap orang lain, dan turut menciptakan lingkungan yang lebih menyenangkan.
Setelah menyaksikan video tersebut, para siswa/i dibagi ke dalam kelompok untuk
melakukan refleksi dan diskusi. Mereka diberikan pertanyaan panduan untuk
menggali nilai-nilai yang terkandung dalam video pendek tersebut, kemudian
diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka di hadapan teman-teman.
Salah satu
kelompok mengangkat perubahan sikap tokoh utama sebagai contoh bahwa kepedulian
dapat muncul dari pengalaman sederhana. Mereka menekankan bahwa perubahan kecil
dalam perilaku, seperti menjadi lebih perhatian, mampu membawa dampak besar
bagi lingkungan sekitar. Sementara itu, kelompok lainnya menyampaikan bahwa
kepedulian terhadap sesama dapat membawa kebahagiaan bagi diri sendiri dan
orang lain. Mereka menegaskan bahwa hal-hal kecil seperti tersenyum dengan
tulus, menyapa siapa pun, dan menggunakan bahasa yang sopan merupakan bagian
dari budaya positif yang harus ditanamkan sejak dini.
Ibu Yuliana
Retno Dewi Kusumawati, S.Pd., mengingatkan bahwa seluruh nilai dan budaya ini
berperan dalam membentuk pribadi yang cerdas, berintegritas, dan siap menjadi
agen perubahan. Budaya dan komunikasi yang positif tidak hanya menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan, tetapi juga membawa kebahagiaan dan
kesejahteraan bagi diri sendiri maupun orang lain. Melalui semangat KPKC
(Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan), para peserta didik diharapkan
senantiasa menjaga nama baik sekolah, baik di dalam maupun di luar lingkungan
sekolah, serta di media sosial, dengan berperilaku sopan dan menggunakan bahasa
yang santun dalam setiap situasi.
(Penulis: Laurentia Carrina Rahayu)
-
there are no comments yet