Article Detail
Pengalaman Kasih Tuhan sebagai Sumber Air Hidup Membuahkan Transformasi Diri, Keluarga, dan Alam Ciptaan
engandalkan
kasih Tuhan dalam mempersiapkan pendidikan lanjut menuju pribadi cerdas
berintegritas merupakan tema retret yang diambil oleh SMA Tarakanita Gading
Serpong. Tema ini diambil karena sesuai dengan tujuan siswa kelas XII dan visi
misi SMA Tarakanita Gading Serpong. Retret
dilaksanakan di Eco Spirit Center Puspanita, Ciawi, Bogor. Retret dibagi dalam
dua gelombang. Retret gelombang kedua diikuti oleh siswa jurusan IPA kelas XII
SMA Tarakanita Gading Serpong. Gelombang kedua dilaksanakan pada tanggal 14 –
16 Agustus 2024. Namun, sebelumnya dilakukan persiapan-persiapan sebelum
berangkat retret.
Hari
pertama yaitu Rabu, 14 Agustus 2024 siswa berkumpul di sekolah pada pukul 10.00
WIB. Siswa membawa peralatan yang akan digunakan di tempat retret. Sebelum
berangkat dilakukan razia barang-barang yang tidak digunakan selama retret.
Kepala Sekolah Bapak Mayan memberikan arahan dan pesan kepada siswa agar dapat
mengikuti retret secara maksimal. Kemudian pukul 11.00 WIB siswa dan guru
pendamping yaitu walikelas XII IPA berangkat dari SMA Tarakanita Gading Serpong
menuju Puspanita. Perjalanan ditempuh 90 menit dengan kondisi lancar.
Sesampainya di Puspanita siswa dibagi dalam 10 kelompok. Kemudian siswa
diberikan waktu untuk mempersiapkan diri untuk mengikuti kegiatan kurang lebih
120 menit.
Sesi pertama “Menimba Kekuatan”. Siswa berproses dalam kelompok yang sudah dibagi. Dalam kelompok siswa diberikan beberapa pertanyaan untuk menggali kekuatan yang mereka miliki. Siswa berproses di alam terbuka. Siswa dapat mengeksplor alam yang ada di Puspanita. Kemudian, dimalam hari dilakukan ibadat pembuka. Semua siswa berdoa bersama-sama di kapel agar kegiatan retret berjalan dengan lancar. Setelah ibadat selesai, siswa diserahkan kepada pembina retret yang diwakili oleh Pak Heru dan Pak Harsono.
1. Sharing kelompok
Sesi kedua “Apa yang terjadi dalam diriku & sekitarku”. Siswa diberikan stimulus beberapa video pengalaman hidup. Kemudian siswa diberikan kesempatan untuk menuliskan kelebihan dan kekurangan yang ada dalam diri mereka. Kemudian siswa diajak untuk berdoa bersama. Kekurangan yang sudah ditulis dibakar bersama saat doa didepan api. Hal ini bertujuan agar siswa mampu meninggalkan kekurangan yang ada pada diri mereka.
Gambar
2. Meditasi
Hari
kedua dibuka dengan “meditasi” dipukul 06.00 WIB. Saat meditasi siswa diajak
untuk merasakan alam sekitar. Kemudian sharing dalam kelompok. Beberapa siswa
menyatakan ini merupakan hal baru. Banyak manfaat yang didapatkan, bisa lebih
focus dan diri lebih tenang. Kemudian dalam kelompok siswa menampilkan yel-yel
yang mereka buat.
Sesi ketiga “Mata air sumber kehidupan”. Pada sesi ketiga siswa diberikan kesempatan untuk memberikan pengalaman yang mereka alami serta diberikan stimulus agar mereka paham tentang mereka dapat menjadi air kehidupan. Kelompok diwakili oleh Riken, Joseph, Michael Tjokro, Valen, Jason, Gwen, Paul, Benedictus, Jovan, dan Nelson. Para siswa mencerikan bahwa mereka pernah menjadi mata air bagi orang lain, salah satunya adalah memberikan makanan kepada pemulung/badut dipinggir jalan. Kemudian siswa menuliskan kelebihan yang dimiliki teman sekelompoknya dan dalam kelompok mereka mensharingkan kelebihan temannya.
Gambar
3. Memandikan kambing
Kegiatan kelompok “berjalan Bersama”. Pada kegiatan kelompok dikemas dengan sangat menarik. Siswa mengikuti games dalam kelompok dengan arahan pendamping. Games yang dilakukan sangat beragam, salah satunya ikuti aku. Dengan games yang diberikan siswa harus berkomunikasi dan berjalan bersama dengan kelompoknya dengan baik. Setelah kegiatan kelompok selesai dilakukan siswa masih di dalam kelompok dan mengenal alam dengan cara, membersihkan/menyapu halaman, menyiram bunga dan tumbuhan, menyapu daun-daun dari pohon yang berguguran, memandikan kambing, dan mendaur ulang sampah daun menjadi kompos. Hal seperti ini tidak pernah mereka lakukan saat berada di rumah. Sehingga mereka sangat antusias saat melakukan.
Gambar
4. Daur ulang sampah daun
Sesi keempat “Refleksi: Apa kenyamanan yang menghambat masa depanku”. Sesi ini siswa merefleksikan hambatan-hambatan yang mereka alami. Refleksi dipandu dengan beberapa pertanyaan agar memudahkan siswa merefleksikan hambatan-hambatan yang mereka hadapi untuk masa depan. Refleksi dilakukan secara pribadi selama 60 menit. Kemudian refleksi dilakukan bersama-sama. Dalam refleksi ini siswa diajak untuk mengenali hambatan sehingga mampu menghindari hambatan untuk menggapai cita-cita. Siswa di dalam kelompok membuat sebuah poster dengan tema hambatan kenyamanan yang membuat dampak negative. Setiap kelompok mempresentasikan poster yang sudah dibuat.
Gambar
5. Presentasi poster
Sesi kelima “Mengapa Yesus Tersalib”. Sesi ini disampaikan oleh Rm Sunaryo, SVD. Romo memulai sesi kelima ini dengan mengajak siswa bernyanyi bersama. Rm Naryo memberikan tebak-tebakan berupa angka dan sebuah barang. Sehingga, siswa begitu sangat antusias mengikuti sesi kelima ini. Kemudian, Romo memberikan beberapa video yang membuat hati siswa tersentuh. Dengan melihat video yang ditanyangkan siswa merasakan betapa sedihnya seseorang jika tidak mensyukuri yang dimiliki. Beberapa siswa menangis tersentuh hatinya dengan tanyangan yang disediakan.
Gambar
6. Bersama Rm Naryo
Sesi keenam “Liku-liku perziarahan hidupku”. Dimulai dengan diskusi bersama melalui bimbingan Rm Naryo bahwa setiap manusia memiliki liku-liku hidupnya masing-masing. Namun, Romo menyampaikan kepada siswa bahwa setiap liku-liku hidup mempunyai penyelesaian. Tuhan tidak akan memberikan liku-liku hidup tanpa penyelesaian. Romo menjelaskan setiap ada kemauan pasti ada jalan yang baik untuk hidup kita. Romo memberikan contoh cara menghadapi liku-liku hidup dengan menjadi pribadi yang baik. Rajin mengikuti perlombaan di sekolah, menjadi master matematika, kimia, dan mata pelajaran lainnya. Dari contoh-contoh yang diberikan romo siswa diajak untuk maju bersama sebagai pelajar. Romo memberikan sebuah video tentang seseorang yang memesan makanan sangat banyak namun tidak dihabiskan. Dan makanan yang tidak habis itu diambil oleh seorang ayah yang diberikan untuk anak-anaknya. Dari video ini siswa diajak untuk mensyukuri hidup yang mereka miliki.
Gambar
7. Ibadat tobat
Hari kedua ditutup dengan “Ibadat Tobat”. Siswa diajak ke kapel. Di kapel siswa diberikan renungan. Renungan didampingi oleh Romo Naryo. Siswa diajak untuk merenungkan setiap tindakan yang mereka lakukan. Menyesali sikap dan perbuatan yang kurang baik. Romo juga menyampaikan bahwa siswa adalah orang yang sangat dicintai oleh orangtua, keluarga, teman, dan guru. Kemudian siswa diminta untuk meminta doa dan meminta maaf kepada orangtua yang diwakili Bapak Ibu guru pendamping. Setiap siswa memeluk dan menyampaikan hal yang ingin mereka sampaikan kepada orangtua. Suasana menjadi haru, siswa menghayati rasa syukur, dan menghayati bahwa mereka sangat dicintai.
Gambar
8. Diskusi action plan
Sesi
ketujuh “Menatap masa depanku”. Siswa diajak untuk melakukan aksi yang akan
mereka lakukan setelah mengikuti retret. Sesi terakhir disampaikan oleh Bapak
Harsono. Siswa menuliskan beberapa action plan guidance secara individu.
Kemudian, action plan dilanjutkan dalam kelas. Siswa berdiskusi dalam kelas
untuk menentukan aksi nyata yang akan mereka lakukan setelah pulang dari
retret. Setelah berdiskusi perwakilan siswa mempresentasikan hasil diskusi
mereka di dalam kelas.
Kegiatan
retret selama tiga hari ditutup dengan Misa. Misa dipimpin oleh Rm Sunaryo SVD.
Rm memberikan pesan kepada siswa agar materi retret yang sudah mereka dapatkan
dijadikan bekal untuk menata masa depan. Setelah itu siswa diserahkan kembali
kepada sekolah. Dilanjutkan dengan perjalanan kembali ke SMA Tarakanita Gading
Serpong.
F.
Meta Kesuma Wijayanti
-
there are no comments yet